Senin, 27 Oktober 2008

MANAJEMEN STRATEGI

MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN

ASEP M. RAMDAN

I. Latar Belakang

Persaingan dunia usaha dewasa ini tampak semakin meningkat, hal ini menyebabkan manajemen setiap perusahaan mendapat tantangan untuk berusaha secara kompetitif. Perusahaan yang ingin berhasil memperoleh laba serta bertahan bertahun-tahun, tumbuh dan berkembang harus mampu mengelola usahanya dengan menggunakan manajemen yang baik.

Dalam menghadapi persaingan yang semakin pesat pemimpin perusahaan dituntut agar lebih cermat dan tepat dalam menentukan strategi agar dapat memenangkan persaingan, sehingga pada akhirnya perusahaan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Dari ilustrasi diatas jelaslah bahwa yang dimaksud dengan strategi adalah suatu kesatuan rencana yang menyeluruh, komprehensif dan terpadu yang diarahkan untuk mencapai tujuan.

Ada beberapa hal yang menarik dari pengertian startegi diatas, yaitu :

  1. Adanya rencana tindakan yang dirancang untuk mencapai tujuan baik jangka pendek, menengah dan panjang.
  2. Dalam menyusun strategi diperlukan analisis baik lingkungan eksternal maupun lingkungan internal yaitu peluang dan ancaman / hambatan maupun kekuatan dan kelemahan perusahaan, hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi.
  3. Perlu adanya keputusan pilihan dan pelaksanaan yang tepat dan terarah guna mencapai tujuan perusahaan.
  4. Strategi dirancang untuk menjamin agar tujuan dan sasaran dapat dicapai melalui langkah-langkah yang tepat.

I.1. Tingkatan Strategi

Strategi dapat diklasifikasikan kedalam beberapa jenjang atau tingkatan yaitu :

  1. Strategi tingkat bisnis

Strategi tingkat bisnis menekankan pada posisi kompetitif untuk produk atau segmen tertentu oleh suatu divisi. Strategi tingkat bisnis mengidentifikasikan bisnis sebagai bagian dari perusahaan, dengan demikian setiap divisi merupakan unit strategi bisnis (SBU) yang merumuskan dan melaksanakan strategi sendiri dalam mencapai tujuan.

Dalam operasinya bisa saja setiap bisnis mengkombinasikan dalam satu SBU dengan strategi tunggal, akan tetapi bila tidak mampu dapat berjalan terpisah tergantung pada kebutuhan perusahaan.

Misalnya : sebuah perusahaan yang menspesialisasikan pada bidang elektronik mempunyai bisinis pelengkap bola lampu dan TV yang berada dalam satu segmen pasar rumah tangga, ketiga bisnis ini bisa disatukan dalam satu SBU atau berjalan sendiri-sendiri

  1. Tingkat Fungsional

Prinsip pokok strategi tingkat fungsional adalah upaya memaksimalkan sumber-sumber produktivitas dalam membantu hambatan pada strategi bisnis, strategi perusahaan dan strategi internasional.

Setiap fungsi dalam perusahaan membangun strategi-strategi secara bersama-sama yang dikenal dengan nilai rantai, beberapa fungsi seperti : produksi, pemasaran, pelayanan, dan lain-lain secara bersama-sama memutuskan perhatian kepada pelanggan dengan menggunakan system informasi manajemen dan sumber daya manusia secara akurat dan maksimal.

Misal bagian pemasaran ingin meningkatkan penjualan masa kini yang melampaui masa sebelumnya, maka manajer pemasaran dapat melakukan startegi pengembangan pasar, upaya ini tentu harus dilakukan secara terintegritas.

  1. Tingkat Perusahaan

Pada tingkat perusahaan perumusan strategi terlebih dahulu manajemen puncak menganalisis lingkungan eksternal yaitu : peluang dan ancaman serta lingkungan internal yaitu : kekuatan dan kelemahan.

  1. Strategi Tingkat Internasional

Dalam era globalisasi,maka perusahaan harus mengintegrasikan rumusan strategi diluar lingkup nasional, yaitu : berusaha memperluas lingkup usaha keseluruh dunia. Ada beberapa perbedaan dalam bersaing secara internasional disbanding dengan persaingan secara nasional, yaitu :

    1. Adanya factor peluang disetiap Negara
    2. Adanya situasi yang berlainan dipasar luar negeri
    3. Peran yang berbeda dari pemerintah Negara lain
    4. Perbedaan dalam tujuan, sumber daya dan kemampuan untuk mengamati perubahan-perubahan pesaing asing.

I.2. Manajemen Strategi

Keberhasilan sebuah perusahaan ditentukan oleh pengelolaan strategi yang tepat, dengan kata lain bagaimana perusahaan memanaj strateginya dengan baik kemudian mengimplementasikan strategi tersebut ke dalam operasi perusahaan.

Sebelum mengetahui bagaimana mengimplementasikan manajemen strategi, perlu diketahui terlebih dahulu arti dari manajemen strategi

  1. Definisi manajemen strategi

Yang dimaksud manajemen strategi adalah suatu seni teknik dan ilmu merumuskan, mengimplementasikan dan mengevaluasi serta mengawasi berbagai keputusan fungsional organisasi yang selalu dipengaruhi oleh lingkungan internal dan eksternal.

Dari definisi tersebut dapat dilihat bahwa :

1. Manajemen strategi pada intinya adalah memilih alternative strategi yang terbaik bagi perusahaan, dalam segala hal untuk mendukung gerak usaha perusahaan.

2. Perusahaan harus melaksanakan manajemen strategi secara terus menerus dan harus fleksibel dengan tuntutan kondisi dilapangan.

  1. Komponen manajemen strategi

Adapun komponen proses manajemen strategi adalah sebagai berikut :

    1. Misi perusahaan
    2. Tujuan
    3. Strategi
    4. Kebijakan
    5. Profil usaha
    6. Lingkungan eksternal
    7. Lingkungan internal
    8. Analisis strategi dan pilihan
    9. Strategi unggulan
    10. Strategi fungsional
    11. Pelembagaan strategi

  1. Proses manajemen strategi


  1. Arti penting manajemen strategi
    1. Mempertinggi kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh perusahaan.
    2. Memberikan hasil keputusan yang terbaik.
    3. Mempertinggi motivasi kerja melalui keterlibatan karyawan di dalam formulasi strategi
    4. Kesenjangan dan tumpang tindih aktivitas antara individu akan dapat diperkecil karena mereka dilibatkan dalam formulasi strategi.
    5. Partisipasi aktif semua anggota akan semakin terpelihara dan suasana kerja akan semakin baik.
    6. Proses pengambilan keputusan yang diambil akan nampak lebih transparan sehingga akan menciptakan budaya organisasi yang semakin maju
    7. Resistensi untuk berubah dapat dikurangi
    8. Perusahaan akan lebih menguntungkan
    9. Perusahaan akan semakin menyadari pada setiap ancaman yang muncul
    10. Memungkinkan kemampuan disiplin manajer dan karyawan secara signifikan.

II. Analisis Lingkungan

a. Arti penting analisis lingkungan

Dalam merumuskan strategi, maka terlebih dahulu harus melakukan anilisis lingkungan dengan maksud untuk menyesuaikan keunggulan dan kelemahana yang dimiliki perusahaan. Analisa lingkungan dalam arti suatu proses yang digunakan perencana-perencana strategi untuk memantau lingkungan dalam memantau peluang dan ancaman sangat penting dilakukan karena :

1. Pembuat strategi dapat mengantisipasi setiap kesempatan dan membantu mengembangan system pemecahan sedini mungkin terhadap faktor-faktor yang dianggap mengancam tujuan perusahaan

2. Mengefektifkan proses manajemen strategi, karena dengan melakukan analisis lingkungan akan memperoleh hasil yang efektif

3. Membantu manajer dalam meramalkan dampak lingkungan terhadap perkembangan perusahan.

b. Langkah-langkah melakukan analisa lingkungan

Proses analisis lingkungan dilakukan oleh perencanaan strategi dengan urutan sebagai berikut :

Pertama : Menganalisis hubungan antara strategi perusahaan dan tanggapan terhadap lingkungan, yang dapat di pakai sebagai landasn untuk membandingkan strategi yang sedang berjalan dengan strategi yang potensial yang akan datang.

Kedua : Menganalisis kecenderungan factor dan masalah utama yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap perumusan strategi

Ketiga : Mencoba meramalkan kemungkinan yang akan terjadi pada masa yang akan datang terhadap lingkungan

c. Komponen analisis lingkungan

1. Scanning : Mengidentifikasikan Petunjuk awal dari perubahan dan kecenderungan lingkungan, jadi scanning adalah usaha untuk mempelajari segmen dalam lingkungan umum

2. Monitoring: Mendeteksi arti melalui observasi terus menerus atas perubahan dan kecenderungan lingkungan

3. Porcasting : Mengembangkan proyeksi atas hasil yang di antisipasi berdasarkan perubahan dan kecenderungan yangdi monitor

4. Assessing : Menentukan waktu dan pentingnya perubahan dan kecenderungan lingkungan untuk strategi perusahaan dan manajemennya

d. Lingkungan dalam Manajemen Strategi

1. Lingkungan Mikro

Lingkungan mikro adalah para pelaku yang sacara langsung berkaitan dengan perusahaan dan keberadaan sangat mempengaruhi perusahaan, Yang termasuk lingkungan mikro adalah :

a. Pelanggan

b. Pemasok

c. Pesaing

d. Publik (masyarakat)

2. Lingkungan Makro

Lingkungan makro adalah kekuatan-kekuatan yang timbul dan berada di luar jangkauan serta biasanya terlepas dari situasi operasi perusahaan, lingkungan makro terdiri dari :

a. Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi yang perlu dianalisis adalah :

1. Siklus ekonomi : defresi, resesi, kebangkitan (recovery) dan kemakmuran (prosperity).

2. Gejala inflasi dan deflasi : Jika inflasi sangat tinggi pengendalian gaji dan harga semakin berat.

3. Kebijaksanaan moneter : perubahan tingkat suku bunga, devaluasi dan sebagainya.

4. Neraca pembayaran : surplus atau deficit.

b. Faktor Demografi

Faktor demografi terdiri dari :

1. Perubahan jumlah penduduk akan mempengaruhi permintaan.

2. Perubahan struktur usia penduduk akan mempengaruhi pemindahan jenis produk sesuai dengan perubahan umurnya.

3. Distribusi pendapatan.

4. Tingkat pengangguran.

c. Faktor Geografi

Faktor geografi juga penting diamati oleh perencanaan strategi, untuk menentukan peluang dan ancaman perusahaan, terutama dalam menentukan penambahan lokasi baru bagi perluasan perusahaan.

d. Faktor Teknologi

Perubahan teknologi membawa pengaruh terhadap perkembangan perusahaan, karena perubahan teknologi dapat memberi peluang besar (meningkatkan hasil/tujuan) atau bisa mengancam kedudukan perusahaan.

e. Faktor Pemerintah

Perubahan-perubahan kebijakan pemerintah dalam berbagai bentuk peraturan, dapat merupakan peluang bagi perusahaan dan dapat pula hambatan/ancaman bagi perusahaan.

f. Faktor Sosial

Sosial adalah kebiasan dan nilai-nilai social lingkungan masyarakat, khususnya langganan dan karyawan.

g. Faktor Politik

1. Kekuatan politik

2. Perbedaan ideologi.

h. Komponen Tekanan Persaingan

1. Ancaman Masuknya Pendatang Baru (Threat of New Antrasnts to The Market)

Masuknya pendatang baru pada suatu industri, lebih-lebih perusahaan tersebut melakukan diversifikasi melalui akuisisi (beli-alih) merupakan ancaman yang serius bagi perusahaan, dan menimbulkan kegoncangan karena mempengaruhi harga dan pendatang baru mampu memanfaatkan sumber daya yang potensial.

Ada enam sumber utama rintangan masuk, yaitu :

a. Skala ekonomi (economics of scale) : menggambarkan turunnya biaya satuan produksi dalam volume besar.

b. Diferensiasi produk (Product differentiation) : yaitu diferensiasi secara fisik atau karakteristik persepsi suatu produk dimata konsumen.

c. Kebutuhan modal (capital requirement) : Kebutuhan untuk menginventasikan sumber daya keuangan yang besar dalam industri, sehingga dapat dipergunakan sebagai modal bersaing.

d. Biaya beralih pemasok (switching costs) : yaitu biaya satu kali yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya.

e. Biaya tak menguntungkan terlepas dari skala (cost disadvantages independent of scale) : yaitu factor keunggulan yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang sudah mapan, sehingga tidak ditiru oleh pendatang baru. Keunggulan-keunggulan yang paling penting itu antara lain pengetahuan produk atau karakteristik rancangan yang dilindungi kepemilikkannya berupa hak paten.

1. Pengusaha yang menguntungkan atas bahan baku

2. Lokasi yang menguntungkan

3. Subsidi pemerintah.

f. Kebijakan Pemerintah

Pemerintah dapat menjadi penghalang atau mempermudah masuknya industri baru dengan peraturan-peraturan baru. Misalnya kebijakan pemerintah dalam bidang perpajakan, yang mana dengan keluarnya peraturan pajak progresif sekarang ini, akan menjadi suatu pemikiran atau penghambat baru industri dalam meningkatkan produksi secara optimal. Demikian pula peraturan pengendalian pencemaran lingkungan, mengharuskan industri untuk menyediakan fasilitas dengan teknologi canggih.

2. Tingkat Rivalitas Diantara Pesaing yang Ada

Persaingan diantara industri karena merasa adanya tekanan atau melihat peluang untuk memperbaiki posisi. Apabila adanya gerakan (aksi) dari suatu perusahaan maka pesaing-pesaing lainnya akan melakukan pula reaksi untuk menandinginya. Dengan demikian antar perusahaan sangat tergantung satu sama lain, dan apabila gerakan aksi itu berjalan secara tepat dan meningkat, maka tentu akan membawa akibat lebih buruk lagi, lebih-lebih bagi perusahaan yang kurang kuat/tak mampu menghadapinya.

3. Tekanan Produk Pengganti

Eksekutif yang dinamis, selalu berusaha mencari produk pengganti, yaitu mencari produk lain yang dapat menjalankan fungsi yang sama seperti produk dalam industri.

4. Kekuatan Tawar-menawar Pembeli

Pembeli mempunyai kekuatan tawar-menawar, apabila :

a. Adanya pembelian dalam jumlah yang relative besar terhadap produksi penjual, disebut kelompok pembeli terpusat.

b. Produk yang dibeli dari industri merupakan bagian dari biaya, artinya apabila produk yang dijual industri hanya merupakan bagian kecil saja dari biaya pembeli, dimana pembeli biasanya sangat tidak peka harga.

c. Produk yang dibeli dari industri tidak terdiferensi sehingga pembeli selalu memilih alternatif lain.

d. Pembeli menjadi kuat bila menghadapi biaya pengalihan, artinya melakukan ikatan tertentu dengan pembeli.

e. Produk industri tidak penting bagi jasa pembeli, artinya produk industri menjadi tidak peka harga bagi pembeli karena mutu produk tidak menjadi perhatian pembeli.

f. Pembeli mempunyai informasi lengkap, tentang permintaan harga-harga pasar, dan biaya pemasok.

Oleh karena itu, perusahaan harus mampu melakukan seleksi, kepada kelompok pembeli mana yang menjadi prioritasnya.

5. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok

Perusahaan harus hati-hati menghadapi ancaman pemasok, sering menaikkan harga atau menurunkan mutu produk yang diperlukan industri, lebih-lebih pada saat terjadinya kelangkaan produk.

Pemasok akan kuat apabila :

a. Pemasok dikuasai hanya oleh beberapa perusahaan tertentu (biasanya perusahaan besar atau konglomerat).

b. Pemasok tidak menghadapi produk pengganti, sehingga tidak ada pilihan bagi industri.

c. Produk pemasok merupakan bahan penting bagi bisnis pembeli.

d. Pemasok merupakan bahan penting bagi bisnis pembeli.

III. Analisis Keunggulan Strategi

Setelah eksekutif menganalisis lingkungan, maka selanjutnya perlu mengkaji faktor-faktor keunggulan strategi baik berupa kekuatan maupun kelemahan perusahaan. Eksekutif harus dapat mengembangkan profil keunggulan strategi perusahaan (SAP = strategic advantage profile) dan menyesuaikan dengan profil peluang ancaman lingkungan (ETOP = environtment threat and opportunity profile). Eksekutif harus dapat mengkaji seberapa jauh kemampuan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan baik pada masa sekarang maupun masa akan datang dan sebarapa jauh peluang dan ancaman lingkungan masa sekarang maupun masa akan datang.

Dari uraian diatas dapatlah disimpulkan :

  1. Proses analisis internal itu perlu untuk mengetahui seberapa jauh kekuatan dan kelemahan perusahaan, baik masa sekarang maupun masa akan datang.
  2. Untuk mengukur kemampuan perusahaan apakah sesuai dengan profil peluang dan ancaman lingkungan.

A. Faktor-Faktor Keunggulan Strategi

  1. Pemasaran dan Distribusi

Kekuatan dan kelemahan perusahaan, dapat dilihat dari berbagai faktor, yaitu :

a. Masalah pemasaran operasional dalam bidang : segmentasi, penempatan dan bauran (produk, harga, promosi dan distribusi) untuk dapat bersaing secara efektif. Ada perusahaan yang berorientasi pada harga yang rendah, kualitas yang rendah, lebih gencar promosi, distribusi yang luas, ada pula yang berorientasi pada harga yang tinggi, kualitas yang tinggi, dan produk sesuai dengan keinginan konsumen.

b. Kelemahan dalam hubungan dan kemampuan pasar dan daerah mana kemungkinan dilakukan perbaikan. Misalnya kalau ada kesenjangan mengenai :

- Dalam hal line produk dan pengembangan produk baru, maka kemungkinan yang ada ialah menutup line yang ada atau menciptakan line baru.

- Kesenjangan dalam distribusi dapat menyebabkan timbulnya usaha untuk membangun integritas, penggelaran ataupun peliputan.

- Kesenjangan pada segi pemakaian, maka harga atau promosi dapat diarahkan ke frekuensi penjualan yang lebih tinggi, menumbuhkan kebiasan baru atau menemukan pemakai baru.

c. Bagaimana organisasi pemasaran berfungsi.

Mungkin perusahaan mempunyai kemampuan untuk menghimpun pengetahuan yang lebih baik tentang pemasaran dibandingkan dengan pesaingnya.Apabila organisasi pemasaran menjaga hubungan dengan rekayasa produksi atau produk baru, maka penafsiran terhadap kebutuhan pasar pada waktunya dapat merupakan suatu keunggulan.

  1. Faktor R & D dan Faktor Rekayasa

Litbang dan fungsi rekayasa dapat merupakan keunggulan karena dua alasan yaitu :

1. Faktor R & D menciptakan produk baru atau produksi yang ditingkatkan untuk pemasaran.

2. Hal tersebut dapat pula mengarahkan kepada peningkatan proses bahan untuk mendapatkan keunggulan dan biaya melalui efesiensi (memperbaiki harga atau margin laba)

Faktor Keunggulan strategi R & D dan rekayasa :

1. Kemampuan penelitian dasar di dalam perusahaan.

2. Kemampuan pengembangan

3. Keistimewaan (excellence) dalam desain produk

4. Keistimewaan (excellence) dalam desain proses dan perbaikan

5. Pengembangan pengepakan superior telah tercipta

6. Peningkatan dalam penggunaan material lama dan baru

7. Kemampuan memenuhi tujuan desain (rangsangan) dan keinginan konsumen

8. Laboratorium yang cukup lengkap dan fasilitas pengujian

9. Teknisi dan para ahli yang terlatih dan berpengalaman

10. Lingkungan kerja (suited) yang cocok untuk kreatifitas dan penemuan baru (innovation).

11. Manajer-manajer yang dapat menerangkan mengenai sasaran kepada para peneliti dan mengenai hasil-hasil kepada para manajer yang lebih tinggi

12. Kemampuan untuk melaksanakan peramalan teknologi yang efektif.

  1. Faktor-Faktor Keunggulan Strategi Manajemen Produksi dan Operasi

a. Total biaya operasi yang lebih rendah dibandingkan denga total biaya dari pesaing

b. Kemampuan untuk memenuhi permintaan pasar

c. Mempunyai fasilitas yang efisien dan efektif

d. Biaya bahan baku dan biaya sub perakitan

e. Tersedianya secara memadai bahan baku dan sub perakitan

f. Peralatan dan permesinan yang efesien dan efektif

g. Fasilitas dan kantor yang mempunyai lokasi strategis

  1. Faktor Sumber Daya dan Karyawan Perusahaan

Faktor keunggulan strategis sumber daya dan karyawan perusahaan adalah :

a. Citra dan prestise perusahaan

b. Struktur organisasi dan suasana efektif

c. Besarnya perusahaan dalam hubungan dengan industri

d. Sistem dan dukungan staf perusahaan yang efektif

e. Karyawan yang berkualitas tinggi

f. Hubungan yang efektif dengan serikat pekerja

  1. Faktor-Faktor Keunggulan Strategis Keuangan

a. Total sumber dan keuangan serta kekuatannya

b. Struktur modal yang efektif

c. Kondisi pajak yang menguntungkan

d. Perencanaan keuangan yang efesien dan efektif

e. Sistem akutansi yang efektif

f. Kebijakan penilaian persediaan

Tidak ada komentar: